Perangkat serba fleksibel, Trend masa depan
Bayangkan jika Anda ke kantor atau sekolah dengan menenteng laptop model terbaru. Anda berjalan biasa dengan mengayunkan laptop tersebut ke punggung Anda lalu menjepitnya dengan mudah. Sejak bobot laptop sudah bisa mencapai di bawah setengah kilogram dan bahkan lebih tipis dibandingkan buku cek.
Meskipun tanpa tas khusu, Anda tidak perlu terkejut saat laptop tersebut jatuh di jalan beton atau aspal yang keras. Anda lalu mengambilnya dan membersihkan debu yang menempel dan melanjutkan perjalanan kembali. Saat telah berada di meja kerja Anda dapat melemparkanny ke meja dan membukanya. Layar terbuka dan menampilkan halaman yang terlihat sangat lebar.
Cerita ini terkesan sangat futuristik, namun ini tidak jauh dari kenyataan. Laptop seperti tadi dinamakan Fabric PC yang diproduksi oleh Fujitsu. Menariknya, Fabric PC tidak dibungkus oleh bahan metal apapun seperti saat ini kita temui tetapi dibuat menggunakan bingkai kain yang lembut. Bahkan layarnya dapat dibengkokkan dan dilenturkan serta memiliki ketebalan yang hampir sama dengan selembar kertas. Gambaran dari Fabric PC ini dijadikan tolak ukur tidak hanya PC tetapi juga semua perangkat electronik lainnya seperti ponsel atau smartphone di masa depan.
Bagaimana sebenarnya Fabric PC menjadi kenyataan dan memberikan permulaan yang radikal dalam hal disain ? Konon hal itu diprediksi akan terealisasi dalam 2 hingga 10 tahun kedepan. Temukan alasan kenapa teknologi ini hampir menjadi kenyataan dan fitur futuristik ini sebenarnya tidak jauh dari apa yang tersedia di pasar saat ini.
Electronic Paper
Untuk sebuah benda yang tipis dan layar yang dapat dibengkokkkan, Fabric PC sebenarnya berhubungan dengan teknologi teerkini yang disebut e-paper yang merupakan singkatan dari ‘electronic paper’. Teknologi yang melatar belakangi e-paper dipelopori pada tahun 1970 oleh Nick Sheriden yang bekerja di Xerox Palo Alto Research Center dan terus berevolusi hingga kini. Saat ini terdapat banyak implementasi dari konsep dasar e-paper tersebut.
Satu contoh dari teknologi e-paper adala E ink yang dibuat oleh E ink Corporation. Pada dasarnya, bentuk dari e-paper ini dikreasikan dari jutaan lapisan plastik tipis. Setiap lapisannya berisikan partikel hitam dan putih yang diisi dengan cairan bening yang berlubang.
Kunci dari teknologi ini adalah bahwa partikel putih dan hitam memiliki tugas yang saling berlawanan, jadi saat tegangan listrik diberikan ke setiap lubang (dengan sirkuit yang dibenamkan didalamnya) partikel hitam dan putih dapat dipisahkan untuk saling berhadapan. Dengan cara ini setiap lubang dapat diatur menjadi partikel hitam atau partikel putih dan pada permukaan akan terlihat sebagai lapisan putih bening. Setiap lubang tadi berfungsi sebagai piksel sendiri-sendiri pada layar E Ink. Eragadget.com
Konsep ini jelas memungkinkan terwujudnya desain konsep Fujitsu. Selain itu, kebutuhan konsumsi daya dari layar e-paper ini lebih kecil dibanding layar tradisional dan membuatnya dapat digunakan lebih lama meskipun menggunakan baterai kecil.
Teknologi dengan kemampuan layar transparan juga dimiliki oleh OLED. OLED merupakan singkatan dari ‘Organic Light Emiting Dioda’. Keunggulan utamanya karena tidak lagi memerlukan lampu latar untuk menampilkan gambar. Itu karena LED memiliki cahaya sendiri, sehingga monitornya jadi lebih tipis dan bisa dibuat elastis. Gambar dan warna juga terlihat menjadi lebih jernih dan tajam.
Fleksibilitas sebuah layar sudah dapat kita temui saat ini. Salah satu contoh layar yang dapat digulung seperti yang dikeluarkan oleh Samsung. Samsung memperkenalkan layar tipe OLED pertama yang dapat dilengkungkan (first bendabel OLED dsiplay). Layar yang berukuran 4.3 inch ini mempunyai resolusi 480×270 dots dengan tingkat kecerahan sampai 200cd/2 dan rasio kontras 1000:1









blackberry belom belii ada nggk duit habis