Asus PadFone dan PadFone Station Review – Harga dan Spesifikasi
Asus PadFone beserta PadFone Station kini sudah bisa dinikmati warga di US, pasalnya kemarin pada 10 juni 2012 sudah dipasarkan disana. Gadget unik ini dapat berubah bentuk menjadi menjadi tablet dan laptop seperti asus transformer, karena bisa digabungkan dengan keyboard dock. Bila kita tidak mau repot tinggal membawa tablet dan smartphone saja. Tapi saya sendiri bingung kelebihannya dimana, apa tidak lebih enak kalau smartphonenya di taruh saku saja ? Mari kita bahas satu persatu
Asus PadFone
Desain
Asus PadFone sendiri memiliki bodiyang ramping dan kokoh, terutama saat melihat bagian belakang bertekstur memberikan handgrip cukup baik agar tidak terpeleset dari genggaman. Disebelah kanan terdapat tombol volume, sementara tepat di tengah atas terdapat jack handphone berukuran 3,5 inchi bersanding dengan tombol power. Disebelah kiri terdapat micro HDMI dan port micro USB, port inilah yang digunakan untuk menghubungkan handset ke PadFone Station. Saat tutup dibuka, kita akan melihat baterai 1,520 mAh dibawahnya.
Dibagian depan seluruh permukaannya dilindungi oleh kaca anti pecah Gorilla Glass, sehingga memberikan tampilan lebih modern dan sangat bagus, mirip dengan produk Apple. Sebagai pemanis, dibawah layar tersebut diberi dengan sentuhan logo ASUS. Asus PadFone memiliki berat cukup ringan 129g mungkin dikarenakan bahan bodi terbuat dari plastik.
Asus PadFone memiliki ukuran layar 4,3960 x 540 piksel berjenis super AMOLED, sehingga warna nampak cerah walaupun dibawah sinar matahari. Sebagai alat navigasi, dibawah layar terdapat 3 tombol kapasitif yaitu, back, home dan menu. Sedangkan PadFone Station memiliki ukuran layar 10.1 inchi dengan resolusi 1280 x 800 piksel.
ASUS PadFone Station terlihat sangat mirip dengan tablet ASUS Transformer tapi memiliki slot untuk Padfone smartphone dibagian belakang. Masalahnya mungkin berapada desain yang tidak cukup tipis dan berat, perlu kita ketahui saja bila Asus PadFone station ini berukuran 13,55 mm dengan berat 724 gram. Bila dalam kondisi digabung dengan smartphone maka beratnya mencapai 853 g, hal ini tentu akan membuat masalah saat kita menggunakannya untuk browsing dan bermain game karena membuat lengan kita cepat lelah.
Yang lebih berat lagi bila kita harus membawanya bersamaan dengan Dock Station PadFone seberat 646g, maka total beban yang kita bawa sekitar 1,5 kg ! Sama seperti netbook yang memiliki ukuran layar 10 inchi.
Fitur
Jelas sekali bila fitur andalan dari perangkat ini adalah penggabungan dari tablet, netbook, dan smartphone. Saat digunakan sendiri, PadFone berfungsi sebagai smartphone, tetapi ketika di masukkan kedalam PadFone Station berfungsi sebagai tablet. Kamera pada PadFone dapat bertugas ganda sebagai kamera pada PadFone Station memiliki resolusi 8MP. Lalu apakah semua smartphone Asus akan dapat digabungkan dengan PadFone Station ? ASUS belum memberi keterangan tersebut.
Selain kamera belakang, Asus PadFone juga memilki kamera depan VGA, saat digabungkan dengan Asus PadFone Station maka otomatis akan mati sendiri digantikan dengan kamera 1,3 MP pada bagian depan PadFone station.
Mungkin kita sedikit kecewa, pasalnya ketika tergabung fungsi pesan seperti Whatsapp tidak berfungsi, otomatis kita tidak dapat menerima pesan dari aplikasi tersebut. Entah memang sengaja atau ini bug yang terjadi pada Padfone station ? Selain itu ketika ada SMS masuk kita tidak bisa mendengar suaranya. Mudah – mudahan Asus segera memberi jawaban atas masalah ini.
Tapi untuk fungsi telepon tidak ada masalah, hanya saja kita harus menggunakan headset bluetooth atau melepas padfone dari Station bila tidak ingin terlihat konyol.
Kedua PadFone tersebut memiliki baterai built-in masing – masing. Inilah kelebihannya, bila kita sedang kehabisa baterai ditengah jalan atau jauh dari colokan listrik, kita bisa menancapkan PadFone ke Station yang memiliki kapasitas baterai 6.600 mAh maka otomatis akan mengisi PadFone kita. Walaupun proses transfer tenaganya berjalan lambat yaitu dalam waktu 4 jam hanya terisi 30% tapi hal ini cukup membantu buat kita.
Mana yang lebih sering kita bawa antara smartphone dan tablet ? mungkin kita semua memberi jawaban Smartphone. Saya pribadi lebih leluasa membawa smartphone ketimbang tablet karena lebih ringkas dan ringan. Membawa tablet hanya benar – benar membutuhkannya.
PadFone Station
Performa
Asus PadFone dibekali dengan prosesor dual core 1,5 Ghz, sehingga tidak salah bila kita merasa sangat nyaman saat menggunakannya untuk membuka berbagai aplikasi. Bahkan saat kita gunakan dalam modus tablet, tidak ada kendala yang berarti pada kinerja Asus PadFone.
Baterai tergolong tahan lama, saat pemakaian biasa baterai mampu bertahan selama satu hari tanpa mengisi ulang. Test ini dilakukan dengan mengaktifkan account Gmail, Facebook, dan Twitter.
Harga Asus PadFone
Mungkin banyak dari kita yang berfikiran bahwa Asus PadFone dan PadFone Station dapat menyala dan berfungsi sendiri sendiri. Ternyata tidak, Tablet PadFone hanya bisa menyala saat kita memasukkan PadFone kedalam station. Perangkat ini dibanderol dengan harga 8 juta di amerika. Kalau di Indonesia masih belum ada kabar pastinya, kapan masuk Indonesia dan berapa harganya.
Wajar bila harganya mencapai 8 juta karena kita tahu bahwa smartphone 1,5 Ghz dual core saat ini memiliki harga kisaran 4 – 5 juta rupiah. Dengan menambahkan 3 juta Anda sudah memiliki dua perangkat sekaligus yaitu smartphone dan tablet.
Spesifikasi Asus PadFone
| Platform | Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) |
| Dimensions | PadFone 128 x 65.4 x 9.2 mm (LxWxH) PadFone Station 273 x 176.9 x 13.55 mm (WxDxH) |
| Weight | PadFone: 129 g (with battery) PadFone Station 724 g |
| CPU | Qualcomm Snapdragon S4 8260A Dual-Core 1.5 GHz |
| Memory | 1 GB LPDDR2 RAM |









